Pentingnya ilmu tasawuf

بسم الله الرحمن الرحيم
Di dalam kesempatan ini, marilah kita sama sama meneliti beberapa kepentingan dan tujuan tujuan mendalami ilmu tasawwuf. Antara kepentingan dan tujuan mendalami ilmu tasawwuf adalah :

1. Agar ummat islam dapat menjalani hidup dengan baik dan seimbang selaras dengan identitas mereka yang difirmankan Allah Taala (yaitu): “dan demikianlah kami telah menjadikan kamu satu ummat pertengahan”(143:Al Baqarah)
Ummat pertengahan adalah ummat yang bersikap sederhana dalam urusan kehidupan,tidak terlebih dan tidak terkurang. Mereka dapat mengimbangi antara urusan dunia dan urusan akhirat. Mereka mengambil kedua-duanya tetapi mereka mengutamakan akhirat. Mereka tidak mengabaikan dunia, malah menjadikan dunia sebagai sarana untuk kebaikan akhirat.

2. Agar ummat islam bukan hanya ummat yang berdoa semata mata kepada Allah tanpa adanya usaha yang bersunguh sungguh. Mereka tidak semata mata berdoa tetapi mereka terus berusaha karenana mereka faham maksud firman Allah Taala (yaitu): “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sehingga kaum itu sendiri yang berusaha
mengubahnya”(11:ArRa’d).

Mereka juga faham apa yang dilarang sebagaimana dijelaskan oleh Syaidina Umar r.a “janganlah seseorang daripada kamu duduk tanpa berusaha mencari rezeki sambil berdoa “Ya Allah, kurniakan rezeki kepadaku” maka sesungguhnya kamu
mengetahui bahwa langit tidak menurunkan hujan emas dan perak”.

3. Agar kita memahami dan mengerti tentang pengertian ibadah itu sendiri dalam lingkungan yang luas. Mereka memahami ibadah itu sebagaimana yang tersebut dalam hadits nabi s.a.w daripada Abi said Al khudri, sabda nabi (yaitu) “peniaga yang benar sifatnya lagi amanah adalah bersama sama para nabi,para siddiqin dan para
syuhada'” (riwayat attirmizi).

Dr. Yusuf Al Qardawi dalam bukunya ” Al Ibadah Fi Islam” telah memetik apa yang ditulis oleh Syaikh Islam ibnu Taimiah dalah risalahnya “Al Ubudiah”, katanya “ibadah adalah satu nama yang merangkumi bagi semua perkara yang dikasihi dan diridhoi Allah daripada perkataan-perkatan dan perbuatan-perbuatan, batinnya dan zahirnya, sembahyang,zakat,puasa,haji,bercakap benar,menunaikan amanah,berbuat baik pada ibubapa, menghubung silaturrahim,setia pada janji, menyuruh berbuat baik, baik pada tetangga, anak yatim,orang musafir, orang miskin, hamba sahaya dan binatang,berdoa,berzikir,membaca dan memahami semua itu adalah ibadah.

Begitu juga mencintai Allah dan rasulNya, takut akan Allah, kembali kepadaNya, ikhlas beragama kepada Allah, sabar terhadap hukumanNya, syukur atas nikmatNya, ridho dengan qada’Nya, bertawakkal padaNya, berharap pada rahmatNya, takut pada azabNya dan memahmainy sebagai ibadah kepada Allah.”

4. Memahami benar-benar pengertian sebenar zuhud,uzlah dan tawakkal. Dengan itu tidak menjadikan mereka lemah, tidak menjadikan mereka miskin dan makan bantuan orang lain, tidak menjadikan meraka jahil bebal dan mereka tidak dikuasai oleh orang kafir tetapi mereka menguasai orang kafir. Mereka sanggup berkorban bukan dikorbankan sebagaimana yang berlaku pada ummat islam hari ini.

5. Dengan kefahaman yang benar terhadap tasawwuf ini berlandaskan Al Quran, Sunnah dan sirah rasul dan disusuli dengan penghayatan, meletakkan ummat islam sebagai sebaik baik ummat. Dan pada ketika itu, ummat umat lain akan tertarik dan terpesona dengan “khairun ummat” ini dan seterusnya akan berlakulah apa yang difirmankan Allah Taala (maksud) “Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, kamu melihat manusia masuk ke dalam agama Allah beramai-ramai” (1-2 : An Nasr).

www.mail-archive.com/islah-net@yahoogroups.com/msg05903.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s